Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates



Iklan Beranda

Ikuti Rakor, Kemendagri Minta Pemkot Tikep Terus Pantau Inflasi Daerah

Wednesday 13 March 2024 | 18:02 WIB Last Updated 2024-03-13T09:02:57Z

Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Setda Kota Tidore Kepulauan, Abdul Hakim Adjam bersama Pimpinan OPD terkait mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024.

Sinarmalut.com,
Tidore - Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Setda Kota Tidore Kepulauan, Abdul Hakim Adjam bersama Pimpinan OPD terkait mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024.


Rakor yang dipimpin langsung oleh Irjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir itu dilakukan secara Virtual di ruang rapat Walikota Tidore Kepulauan, Rabu (13/03).


Irjen Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir dalam arahannya menyampaikan, tujun Rakor yang pertama pada bulan Ramadhan ini agar seluruh stakeholder terus berusaha keras agar dapat mengatasi permasalahan-permasalahan harga dan distribusi bahan-bahan pokok penting.


Tomsi Tohir juga menjelaskan mengenai kondisi inflasi provinsi dan kabupaten/kota pada Bulan Februari 2024. Dimana inflasi per provinsi (y-o-y) tertinggi berada di Papua Selatan 4,61 persen, disusul Gorontalo 3,73 persen, Papua Tengah 3,72 persen, Bengkulu 3,68 persen, Papua Barat 3,61 persen, Sulawesi Utara 3,55 persen, Sulawesi Tengah 3,37 persen, Sumatera Barat 3,32 persen.


Berikutnya Kalimantan Timur 3,28 persen dan Lampung 3,28 persen. Sementara itu Inflasi per provinsi (y-o-y) terenda di Sumatera Utara 2,50 persen, Kalimantan Tengah 2,46 persen, Kalimantan Utara 2,33 persen, Aceh 2,33 persen, Kalimantan Selatan 2,27 persen,Sulawesi Barat 2,22 persen, DKI Jakarta 2,21 persen, Papua 2,02 persen, Bangka Belitung 1,86 persen dan Papua Barat Daya 1,81 persen.


“Selain dari pada sepuluh tertinggi juga masih banyak provinsi/kabupaten kota yang di atas rata-rata nasional. Kami berharap bisa menjadi perhatian semua pihak,” tutur Tomsi Tohir.


Sementara itu, Deputi Bidang Stastistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini mewakili Plt. Kepala BPS menyampaikan, berdasarkan tinjauan inflasi dan indeks perkembangan harga Minggu ke- 1 Maret 2024 pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 2021-2024 (m-to-m) pada Februari 2024 kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,00 persen hingga menyumbang andil inflasi sebesar 0,29 persen yang merupakan andil terbesar dibandingkan kelompok lainnya. 


Komoditas yang paling dominan memberikan andil inflasi pada kelompok ini adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras dan minyak gorang Adapun beberapa komoditas lainnya seperti bawang merah, sementara tomat dan cabai rawit menyumbang andil deflasi.


Lanjutnya, beras penyumbang andil inflasi terbesar baik secara bulanan maupun tahunan. Untuk komoditas beras berangsur mulai terkendali dengan masuknya masa panen dibeberapa sentral produksi. Di minggu pertama Maret, jumlah kabupaten/kota yamg mengalami kenaikan harga beras semakin berkurang.


Usai mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan Abdul Hakim Adjam mengatakan secara nasional ada beberapa komoditas pangan yang naik  misalnya beras dan cabe rawit oleh karena itu dari pihak kemendagri meminta kepada kepala daerah untuk terus memantau terkait dengan hal tersebut serta diharapkan untuk konsen terhadap gerakan menanam. *

  • Ikuti Rakor, Kemendagri Minta Pemkot Tikep Terus Pantau Inflasi Daerah
  • 0

Terkini